Oleh Pelatih Kepala PBV Yuso, Drs. Putut Marhaento, M.Or
Keberhasilan seorang pelatih dalam menjalankan tugasnya lebih ditentukan oleh filosofi yang dikembangkan selama proses pelatihannya. Filosofi merupakan seperangkat nilai, kepercayaan, dan cara pandang seseorag terhadap dunianya, pekerjaannya, dan terhadap atletnya.
Banyak pelatih memiliki pandangan umum yang seragam tentang pelatihan yang dilakukan, namun demikian diantara mereka tentu ada perbedaan spesifik yang dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan keluarga, tingkat pendidikan, kebutuhan dan tujuan hidup maupun pengalaman-pengalaman pribadinya. Dengan filosofi yang dimiliki, prinsip-prinsip dan arah kegiatan pelatihan akan mudah difokuskan. Filosofi merupakan dasar untuk menentukan bagaimana pengetahuan tentang ilmu-ilmu olahraga, teknik dan taktik akan dipergunakan untuk menyusun, menerapkan dan mengarahkan program pelatihannya.
Pengembangan filosofi mencakup pengembangan kesadaran diri dan tujuan pelatihan. Disamping itu pelatih harus menyadari peran dan fungsinya dalam mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya. Berbagai peran pelatih dalam pelatihan olahraga antara lain sebagai guru, manajer, psikolog, ahli taktik dan strategi, polisi, orang tua, teman, maupun manusia model. Peran-peran tersebut harus dapat ditampilkan dalam situasi yang beragam sehingga menyebabkan pelatih perlu membekali diri dengan keterampilan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta perkembangan lingkungan sosialnya.