![]() |
Tim Yuso, proliga 2008MENGELOLA HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM PROSES PELATIHAN OLAHRAGASenin, 30 Juli 2012 | 10:04 WIB
Ketika seseorang memutuskan untuk memilih profesi sebagai guru, pertama-tama yang perlu dipikirkan adalah bagaimana bisa mempengaruhi orang lain yaitu anak didik agar dapat dibawa ke tujuan yang telah ditetapkan. Akan tetapi bila profesi pelatih yang menjadi pilihan hidup, tentu tidak hanya sebatas bagaimana bisa mempengaruhi anak latih tetapi lebih dari itu, pelatih harus mampu mempengaruhi lingkungan terutama lingkungan yang berkaitan langsung dengan tugas dan tanggung jawabnya, agar kinerja anak latih dapat lebih optimal baik dalam latihan maupun pertandingan. Di dalam dunia olahraga, proses perilaku mempengaruhi orang lain meliputi aspek pembuatan keputusan, teknik memotivasi, memberikan umpan balik, menetapkan hubungan interpersonal dan mengarahkan kelompok dengan penuh percaya diri. Seorang pemimpin tidak hanya tahu sasaran yang hendak dicapai, tetapi juga langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut. Salah satu tugas pelatih sebagai seorang profesional adalah harus mampu berperan sebagai seorang public relations, untuk itu pelatih harus memiliki ketrampilan interpersonal sehingga mampu bekerja lebih efektif dengan staf pelatih, administrator, tenaga, medis, official pertandingan/perlombaan, orang tua atlet dan media masa.
|
