12/05/2010 21:02:18
BNI Jumpa Samator Di Grand Final
Putri : BNI Tantang Juara Bertahan PLN
Juara bertahan putra Surabaya Samator akhirnya memastikan diri ke final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 setelah pada laga terakhir di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, menundukkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1 (22-25, 26-24, 25-18, 25-16), Minggu (9/5).
Kemenangan itu membuat nilai yang dikumpulkan tidak mungkin dikejar lagi oleh pesaing utama mereka, Palembang Bank Sumsel Babel. Surabaya Samator mendulang nilai 10 dari enam laga babak empat besar, sedangkan nilai maksimal Palembang Bank Sumsel Babel, bila pada laga terakhir mengalahkan Jakarta Sananta, akan menjadi 9. Di partai final, mereka akan bertemu Jakarta BNI 46, yang sehari sebelumnya telah memastikan diri ke partai puncak.
"Kami bersyukur bisa lolos ke partai final, karena kami terseok-seok di babak reguler dan empat besar. Masih banyak hambatan dan permainan kurang stabil," kata manager Surabaya Samator, Hari Trisnardjo. Senada dengan Hari Trisnardjo, kapten tim Ayip Rizal mengatakan, timnya gembira yang mendapatkan satu tiket ke final.
"Kunci kemenangan tadi karena kami dapat memanfaatkan kesalahan lawan, untuk mencetak point demi point," katanya.
Pada laga tersebut, pelatih Jakarta BNI 46 asal China, Hu Xinyu melakukan perubahan yang sangat mendasar mulai pertengahan set kedua. Kapten tim Loudry Maspaitella diganti oleh tosser kedua yang selama ini hampir tidak pernah diturunkan, Ariyanto. Pergantian hingga set terakhir ini mengakibatkan tumpulnya serangan juara tiga kali itu. Ariyanto banyak sekali melakukan umpan yang tidak akurat sehingga gagal menghasilkan serangan yang mematikan.
Jakarta BNI 46 hanya memasang satu pemain asing di setiap setnya, tidak seperti pada laga-laga sebelumnya. Pemain asal Amerika Serikat, Nick Scheftic diturunkan pada dua set awal, sedangkan pemain asal Argentina, Franco Giacheta dimainkan pada set ketiga dan keempat.
Maruf Herlambang yang tampil baik pada dua laga sebelumnya hanya ditampilkan di set pertama. Begitu juga dengan Rudi Tirtana. Hu Xinyu menampilkan empat pemain lapis kedua, seperti Ahmad Magdi, Agung Seganti, Khasoni Mufid, dan Lutfi Ansor sepanjang pertandingan. Komposisi pemain ini tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh tim yang dilatih pelatih China lainnya, Li Qiujiang itu.
"Kami tidak memberi kemenangan ke tim lain (Surabaya Samator) untuk lolos ke final. Kami tidak mau menjadi harapan atau menggantungkan pada tim lain," kata kapten Jakarta BNI 46, Loudry Maspaitella.Menurut Loudry, dia dan juga pelatih Hu justru kecewa dengan penampilan para pemain lapis kedua yang kurang bersemangat, sehingga kesannya memberikan kemenangan ke lawan. Pertimbangan pelatih memasang pemain lapis kedua, adalah menghindari cedera. "Jangan sampai kejadian yang menimpa saya akan terulang lagi," kata Loudry, yang mengalami cedera pergelangan kaki dua hari sebelum laga itu.
Bila Surabaya Samator kalah dalam laga itu, dan Palembang Bank Sumsel Babel menang atas Jakarta Sananta pada laga terakhirnya, maka Surabaya Samator dan Pelembang Bank Sumsel Babel akan hitung-hitungan poin untuk menentukan ke babak final.
Sumber: www.volimania.org